BERITA

Detail Berita

Selamat Memperingati Isra' Mi'raj 27 Rajab 1447 H

Jumat, 16 Januari 2026 08:07 WIB
6 |   -

Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Isra Mi‘raj bukan hanya peristiwa spiritual yang sarat mukjizat. Isra Mi‘raj juga mengandung pesan politik dan peradaban yang sangat mendalam. Isra Mi‘raj adalah penegasan bahwa Islam bukan sekadar agama ritual-individual, melainkan ideologi yang memimpin kehidupan manusia secara menyeluruh di bawah kepemimpinan global.

Dimensi Spiritual

Kewajiban shalat lima waktu merupakan salah satu pesan inti Isra Mi‘raj. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang Allah SWT wajibkan secara langsung kepada Rasulullah ﷺ di Sidratul Muntaha tanpa perantara. Hal ini menunjukkan kedudukan shalat sebagai fondasi utama pembentukan manusia bertakwa yang layak memikul amanah besar kepemimpinan global. Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Mintalah kalian pertolongan dengan sabar dan shalat (TQS al-Baqarah [2]: 45).

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa shalat adalah amal pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat. Shalat sekaligus menjadi pembeda antara iman dan kufur. Selain itu, al-Quran juga menegaskan “fungsi sosial” shalat:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (TQS al-‘Ankabut [29]: 45).

Dengan demikian shalat tidak hanya membentuk kesalehan individual. Shalat juga melahirkan manusia yang baik secara sosial seperti memiliki sifat jujur, amanah dan adil. Ini adalah di antara sifat-sifat yang diperlukan bagi kepemimpinan Islam.

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini